St. Rumyaan
Anything You Can Find Here
24 Maret 2017
16 Maret 2017
11 Adegan Basi di Sinetron Indonesia
- Adegan tokoh yang berteriak kaget “APA……?” saat diberitahu ada anggota keluarganya yang kecelakaan (emangnya ga ada ekspresi lain ya selain “APA…?”)
- Adegan suara hati pemeran didengar oleh penonton (biasanya terjadi saat pemeran sedang memikirkan atau merencanakan sesuatu) ini super super super basi.
- Adegan cewek yang menyiram pacarnya dengan air minum karena kepergok selingkuh dengan wanita lain (adegan ini biasanya berlangsung di Restoran)
- Adegan orang yang menghentikan sebuah pernikahan. Biasanya ketika penghulu bertanya pada para saksi, “Sah para saksi?”, tiba tiba ada tokoh lain yang berteriak “Tunggu!” Untuk menggagalkan pernikahan (Basi)
- Adegan sedih saat seorang cewek atau cowok sedang ditimpa kemalangan, trus lari keluar rumah (Biasanya turun hujan sampe basah-basahan, biar dikira melas kali ya?)
- Adegan tokoh utama yang sedang mencari tokoh lainya (pacar, ayah, ibu, atau orang lain yang disayanginya) namun belum ketemu, padahal sudah berada di jarak yang dekat, entah karena si tokoh tidak melihat, atau pandanganya tertutup angkot (biasanya gitu sih)
- Adegan tokoh utama cowok yang dengan mudahnya bisa menang jika berkelahi dengan penjahat walaupun dikeroyok (Padahal di awal cerita tak ada adegan si tokoh utama cowok belajar pencak silat)
- Adegan kecelakaan yang goblok, udah tahu mau ada mobil atau motor yang nabrak bukanya lari atau menghindar malah cuman berdiam diri nutupin mata sambil berteriak.
- Adegan penjahat yang lagi lari-lari ngejar tokoh utama lalu berhenti sejenak cuma buat teriak “Hoee Jangan Lari loe!” (kalo cuma mau bilang begitu ngapain pake berhenti segala, goblok. Gobloknya lagi, udah tahu dikejar penjahat kok malah disuruh berhenti, ya tentu aja gak mau… Hahahahahah Koplak bener ya!)
- Kalo ada firasat buruk atau terjadi sesuatu yang gawat (biasanya si tokoh utama kecelakaan atau kenapa), maka akan ada tokoh utama yang lain yang menjatuhkan gelas trus gelasnya pecah deh
- Pada awal cerita, si cewek sama si cowok musuhan. tapi akhirnya malah saling jatuh cinta…..Kalo yang ini super basi
Sinetron dan FTV Membuat Membuat Manusia Indonesia Menjadi Tolol
Kali ini saya akan mengulas salah satu kelemahan utama Sinetron dan FTV Indonesia yang menurut saya berakibat pada mundurnya sense of language, dan empati bangsa Indonesia.
"Orang Indonesia Sulit Memahami Unsay Language. Orang Indonesia Terbiasa dengan Narasi dan Bahasa Verbal yang Bertele-tele"
Adegannya : Yanti tertabrak mobil.
Kemudian salah satu sahabat yanti menelpon Rio, pacarnya.
Sahabat : Halo, loe di mana? Yanti udah ditabrak. Dia sekarang di rumah sakit. Kalo bisa lo nyusul deh ke sana.
Rio: Hah... Yanti ditabrak?? Kapan kejadiannya, (sambil berputar di tepat dengan raut wajah kuatir) dia parah gak.. Oke deh gue nyusul ke sana.
Selanjutnya dia tidak langsung ke TKP. Adegannya malah take saat dia gelisah didalam mobil sambil pake suara hati yang bisa didengar penonton : "gue harus cepat ke sana. aduh semoga dia gak apa-apa"
Kebanyakan orang ketika menonton adegan seperti ini merasa biasa saja. Malah terbawa kondisi. Tapi saya ketika menyaksikan adegan mainstream seperti ini sangat terusik. Alasannya sangat simpel adegan ini menghambat pertumbuhan sensitifitas manusia terhadap bahasa tubuh.
Perbandingannya dengan Film Hollywood.
Yanti Tertabrak Mobil
Salah satu sahabat yanti menelepon Rio, pacarnya.
Rio : Hallo... (dengan raut wajah yang langsung berubah). I'll be there soon.
Selanjutnya kamera mengambil gambar roda kereta dorong di rumah sakit dan scene di rumah sakit.
Mari kita bandingkan keduannya:
Kesimpulannya: Semakin banyak adegan serupa ditampilkan maka orang Indonesia tidak punya kemampuan merasa, menyimak dan memahami situasi di sekitar mereka.
"Orang Indonesia Sulit Memahami Unsay Language. Orang Indonesia Terbiasa dengan Narasi dan Bahasa Verbal yang Bertele-tele"
Adegannya : Yanti tertabrak mobil.
Kemudian salah satu sahabat yanti menelpon Rio, pacarnya.
Sahabat : Halo, loe di mana? Yanti udah ditabrak. Dia sekarang di rumah sakit. Kalo bisa lo nyusul deh ke sana.
Rio: Hah... Yanti ditabrak?? Kapan kejadiannya, (sambil berputar di tepat dengan raut wajah kuatir) dia parah gak.. Oke deh gue nyusul ke sana.
Selanjutnya dia tidak langsung ke TKP. Adegannya malah take saat dia gelisah didalam mobil sambil pake suara hati yang bisa didengar penonton : "gue harus cepat ke sana. aduh semoga dia gak apa-apa"
Kebanyakan orang ketika menonton adegan seperti ini merasa biasa saja. Malah terbawa kondisi. Tapi saya ketika menyaksikan adegan mainstream seperti ini sangat terusik. Alasannya sangat simpel adegan ini menghambat pertumbuhan sensitifitas manusia terhadap bahasa tubuh.
Perbandingannya dengan Film Hollywood.
Yanti Tertabrak Mobil
Salah satu sahabat yanti menelepon Rio, pacarnya.
Rio : Hallo... (dengan raut wajah yang langsung berubah). I'll be there soon.
Selanjutnya kamera mengambil gambar roda kereta dorong di rumah sakit dan scene di rumah sakit.
Mari kita bandingkan keduannya:
- Dalam adegan drama versi indonesia, sineas dan penulis skenario berusaha menjelaskan dengan bahasa verbal yang bertele tele tentang kondisi Yanti dan kekhawatiran Rio. Hal ini menunjukan bahwa orang Indonesia dianggap tidak mampu menerjemahkan suatu peristiwa yang tidak perlu dijelaskan dengan bahasa verbal.
- Dalam adegan versi Hollywood, hanya dengan berkata hallo, raut wajah yang berubah dan perkataan i'll be there, penonton dituntun kepada sebuah kesadaran akan bahasa yang tidak terucap bahwa kondisi yanti sedang sekarat. Ditambah dengan scene Rumah sakit semakin memperjelas kondisi yanti dan penonton akan langsung sadar bahwa Yanti sedang dalam bahaya.
- Sineas dan penulis skenario Indonesia memposisikan penonton Indonesia sebagai orang bodoh yang tidak punya kemampuan menerjemahkan makna yang tidak diceritrakan dalam adegan verbal. Mereka seumpama dayang dalam pertunjukan wayang yang mana merasa bahwa segala sesuatu harus diceritrakan secara verbal. Dampak jangka panjangnya adalah generasi muda Indonesia tidak punya rasa empati dan lambat membaca situasi yang terjadi di sekitarnya.
- Orang barat sedikit bicaranya banyak adegan yang butuh permenungannya. Sehingga ketika penonton menyaksikan, mereka dituntut untuk berpikir dan merasa apa yang sedang terjadi.
- Sementara itu, drama indonesia tidak butuh dinonton. Hanya dengan mendengar suara tanpa gambar kita sudah tahu apa yang sedang terjadi. (Budaya ceritra)
Kesimpulannya: Semakin banyak adegan serupa ditampilkan maka orang Indonesia tidak punya kemampuan merasa, menyimak dan memahami situasi di sekitar mereka.
11 Maret 2017
SK Kepala Desa Benjuring Tentang Tim Penyusun RPJM Desa Tahun 2015
KABUPATEN KEPULAUAN ARU
KEPUTUSAN KEPALA DESA
BENJURING
NOMOR: 01 TAHUN 2015
TENTANG
TIM PENYUSUN RENCANA
PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH
DESA BENJURING TAHUN
2015-2021
KEPALA
DESA BENJURING
|
Menimbang
|
:
|
bahwa untuk
melaksanakan ketentuan dalam Pasal 8 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa, perlu menetapkan Tim
Penyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Benjuring Tahun 2015-2021
dalam sebuah keputusan.
|
|
|
|
1.
Undang-undang Nomor
25 Tahun 2004 tentang sistim Perencanaan
Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 104.Tambahan lembaran Negara Nomor 4421);
2.
Undang-undang Nomor
32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4437).Sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008
Tentang Pembentukan Daerah.(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 59.Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
3.
Peraturan Pemerintah
Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158,Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4587);
4.
Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa
|
|
MEMUTUSKAN
|
||
|
Menetapkan
|
:
|
KEPUTUSAN
KEPALA DESA BENJURING TENTANG TIM PENYUSUN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA
MENENGAH DESA DESA BENJURING TAHUN ANGGARAN 2015-2020
|
|
Kesatu
|
:
|
Struktur Tim Penyusun RPJM Desa
Benjuring Dimaksud terdapat pada lampiran keputusan ini yang merupakan bagian
yang tidak dipisahkan dari keputusan ini.
|
|
Kedua
|
:
|
Tim Penyusun Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Desa (RPJM- Desa) Desa Benjuring mempunyai tugas :
1.
Merumuskan dan
menyusun Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa(RPJM-Desa) Desa
Benjuring Tahun Anggaran 2015-2020 sebelum MUSREMBANG Pembahasan
Rancangan RPJM-Desa.
2.
Menyelenggarakan
musyawarah-musyawarah dalam rangka Perumusan dan Penyusunan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah (RPJM-Desa) Desa Benjuring Tahun anggaran 2015-2020 sesuai dengan aturan
yang berlaku.
|
|
Ketiga
|
:
|
Biaya yang timbul akibat
dikeluarkannya keputusan ini dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan
Belanja Desa Benjuring Tahun Anggaran 2015
|
|
Keempat
|
:
|
Keputusan ini mulai berlaku sejak
tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila terjadi kesalahan di kemudian
hari akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.
|
|
|
|
|
|
Ditetapkan
di
Pada
tanggal
|
:
Benjuring
:
16 Juni 2015
|
|
KEPALA DESA BENJURING
BOSCO
KORISEN
|
|
Tembusan.disampaikan
kepada Yth :
1.
Camat
Aru Utara Timur Batuley di Kobamar
2.
Ketua
BPD Benjuring di Benjuring
3.
Yang
bersangkutan untuk di ketahui dan di pergunakan
4.
Arsip
Lampiran
Keputusan
Kepala Desa Benjuring
|
Nomor
Tentang
|
:
:
|
01
Tahun 2015
Pembentukan
Tim Penyusun RPJM Desa Benjuring
Tahun
2015-2021
|
|
NO
|
NAMA
|
JABATAN
|
KET
|
||
|
1.
|
BOSCO KORISEN
|
Pembina
|
Kepala Desa
|
||
|
2.
|
IDRIS ROIMINAG
|
Ketua
|
Sekretaris
Desa
|
||
|
3.
|
LAURENSIUS
MANGAR
|
Sekretaris
|
Ketua BPD
|
||
|
4.
|
RINI DJONLER
|
Anggota
|
Tokoh
Masyarakat
|
||
|
5.
|
DEMIANUS
SAREMAN
|
Anggota
|
Tokoh Pemuda
|
||
|
6.
|
ELIES KORISEN
|
Anggota
|
Tokoh
Perempuan
|
||
|
7.
|
MERI KORISEN
|
Anggota
|
Tokoh Adat
|
||
|
8.
|
HERMAN YOSEP
DJONLER
|
Anggota
|
Tokoh Agama
|
||
|
9.
|
JEFRI SAREMAN
|
Anggota
|
Tokoh
Masyarakat
|
||
|
10.
|
MARTEN KORISEN
|
Anggota
|
Tokoh
Masyarakat
|
||
|
11.
|
KAROLUS
MALAGWAR
|
Anggota
|
Tokoh
Masyarakat
|
||
|
12.
|
YOHAN SAREMAN
|
Anggota
|
Tokoh
Masyarakat
|
||
|
13.
|
BRUNO MALAGWAR
|
Anggota
|
Tokoh
Masyarakat
|
||
|
|
|
|
|
||
|
|
|
Ditetapkan di
Pada tanggal
|
: Benjuring
: 16 Juni 2015
|
||
|
|
|
KEPALA DESA BENJURING
BOSCO
KORISEN
|
|||
Langganan:
Komentar (Atom)